Gamelan Saku, Gamelan Mini, atau Gagamelanan?

3 Jul 2017

 

Bentuknya memang kecil, tapi lebih dari sekedar miniatur. Miniatur lebih berfungsi sebagai hiasan atau pajangan. Dibilang gamelan saku juga belum pas, karena memang tidak akan masuk saku baju atau celana. Disebut gamelan mini mungkin juga tidak cocok, karena ini bukan gamelan. 

 

Nah, biar enak saya memanggilnya gagamelanan saja. Kalau di tempat saya untuk benda-benda yang mirip dengan aslinya biasa disebut menggunakan pengulangan kata di depan nama bendanya dan diakhiri dengan "an", misal Momobilan (benda/ mainan berbentuk mobil), kukudaan (benda/ mainan berbentuk kuda), dan sebagainya. 

 

Gagamelanan, benda/ mainan berbentuk gamelan. Gimana? Lebih pas ya?, tapi sudahlah, kita kesampingkan dulu nama walaupun penting. Kali ini saya akan sedikit berbagi tentang proses pembuatan gagamelanan yang saya mulai sejak tahun 2013 lalu. 

 

Setelah membuat beberapa aplikasi bertema musik tradisi di handphone iOS apple dan Android seperti Kendang, Gamelan Degung, Karinding, iAngklung, Talempong, Kolintang, Celempung, Kacapi sejak 2009 sampai sekarang, ternyata memang tidak semua orang bisa mendapatkan itu semua karena masalah sarana. 

 

1. Ide dari tombol yang bersuara

Pernah melihat tombol yang ketika di pijit atau di sentuh lalu mengeluarkan suara? Seperti bel rumah atau sejenisnya? dari sanalah ide ini muncul.

Ide itu kemudian coba saya tulis dengan hanya di bayangkan rasionya. Tanpa saya pikirkan panjang dulu bagaimana teknis ke depannya. Yang ada di pikiran saya saat itu adalah "bagaimana caranya agar benda yang saya sentuh bisa menjadi penghantar".

 

2. Membuat dan memperbanyak master

Setelah terbanyang rasio"kemungkinannya", dan yakin dengan skema yang saya tulis, kemudian langkah selanjutnya adalah membuat master benda sekaligus memperbanyak benda itu sesuai dengan kebutuhan. Tahap ini lumayan membutuhkan sedikit kesabaran.

Membuat cetakan dari master

Memperbanyak master dari cetakan yang sudah dibuat

 

 

Hasil cetak

Hasil perbanyakan master yang sudah di warnai

 

3. Mulai memikirkan hardware dan software 

Sampai tahap ini, baru bisa disebut miniatur gamelan (bonang). Karena sudah menyerupai bentuk fisik aslinya akan tetapi belum bisa menghasilkan suara sama sekali seperti yang saya inginkan. 

 

Tahap selanjutnya adalah mencari tahu hardware dan software apa yang kira-kira bisa menjadi penunjang bahkan menjadi otak yang sebenarnya. 

 

Kurang lebih 8 bulan pencarian di internet dan masuk ke forum-forum akhirnya saya menemukan pencerahan. 3 Hardware mini yang memiliki fungsi berbeda coba saya sinergikan sehingga satu sama lain bisa bekerjasama menghasilkan apa yang saya inginkan. Ada satu hardware yang membutuhkan pemograman khusus, yang harus diisi dengan perintah-perintah code yang kita inginkan.

 

4. Melengkapi bagian sambil menunggu pemograman selesai.

 

Sambil menunggu dan memikirkan lagi perintah code yang cocok dan bisa mendekati perlakuan alami saat nanti memainkannya, saya coba melengkapi bagian-bagian yang akan menjadi penghantar. 

 

Menghubungkan konduktor pada media

Media-media yang sudah disertai konduktor penghantar

Port interface gagamelanan

Interface Gagamelanan sudah siap digunakan

 

5. Gagamelanan siap dimainkan

 

Berikut penampakan akhirnya (masih sedang dilakukan perbaikan pemograman)

 

 

Keterangan : 

  • Sound asli hasil rekam gamelan asli (bonang asli)

  • Media/interface cukup di sentuh dengan tangan tanpa menggukan alat tambahan

  • Bisa dibunyikan secara bersamaan (multitouch) 

semoga berkenan

-salam-

Please reload

Our Recent Posts

Please reload

Archive

Please reload

Tags

Please reload